SD Saraswati 3 Denpasar sebagai salah satu sekolah dasar yang memiliki visi berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik ini, lagi-lagi mencatatkan eksistensisinya dalam meraih prestasi. Prestasi yang diraih kali ini adalah prestasi yang diperjuangkan di tingkat Kota Denpasar. Melalui ajang bergengsi yakni Festifal dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi di Kota Denpasar pada tahun 2024 ini akhirnya memilih Siswa SD Saraswati 3 Denpasar sebagai peraih juara 1. Adapun siswa yang terpilih sebagai juara 1 sekaligus membanggakan SD Saraswati 3 Denpasar serta memang selama ini memiliki bakat di bidang olah seni, yaitu I Kadek Ega Prasastra Putra, Kadek Kelvin Arliana Putra dan I Komang Davin Triandhikayana. Raihan prestasi di ajang FLS2N kali ini juga tidak bisa dilepaskan dari berbagai komponen pendukung maupun fasilitator di SD Saraswati 3 Denpasar, terlebih peran I Made Sukarda, S.Sn., S.Pd. sebagai pembina yang secara maksimal melatih dan menentukan teknik-teknik lomba yang tidak mudah. I Made Sukarda mengungkapkan bahwa konsep seni yang di pilih dan dilombakan adalah konsep seni tari kreasi yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari anak-anak nelayan. Sehingga di dalam pengenalan dan latihan tentu membutuhkan pendalaman cerita dan juga karakter yang kuat bagi siswa.
“…sebenarnya hampir setiap tahun kami mengantarkan anak-anak kami dalam ajang lomba bergengsi, bahkan pernah meraih juara 3 besar di tingkat nasional. Sedangkan lomba di ajang FLS2N ini pada awalnya telah melalui tahap perlombaan di tingkat kecamatan. Kali ini, melalui raihan juara 1 tingkat kota Denpasar maka kami akan mewakili Bali ke tingkat nasional…. ” Tegas Sukarda. Di sisi lain, Kepala SD Saraswati 3 Depasar Ida Ayu Eka Yuniasri juga mengatakan bahwa lomba yang dilaksanakan di Hotel Nusa Indah Denpasar pada tanggal 28 Maret 2024 ini memiliki tantangan yang cukup besar, tantangan terbesar adalah proses penggarapan tari dengan latar dan pencahayaan sempurna saat direkam dengan kamera.
Lebih dalam I Made Sukarda, S.Sn., S.Pd menuturkan “…tarian juga tidak boleh di edit dan dipotong-potong seenaknya saja. Jika terjadi kesalahan kita harus mengulang dari awal untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Termasuk juga pengaturan bloking supaya nilai estetiknya juga terpenuhi. Namun demikian, dengan raihan juara 1 mudah-mudahan dapat membuat anak-anak kami terus bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi…..” Tutupnya
